Ada Apa Dengan Penomoran Pada Jam Gadang di Bukittinggi?

344
Mantan Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia R. Sondi Dharma, SH, MM foto : Kabanews.com

KABANEWS.COM – Ada keganjilan pada landmark yang menjadi titik nol di kota Padang ini. Jam Gadang didirikan pada tahun 1926 sebagai hadiah dari ratu Belanda kepada controleur, sekretaris Kota Bukittinggi pada saat itu. Dan ternyata mesin Jam Gadang ini memiliki kembaran di dunia.

Dimana ? Jam di Menara Big Ben Inggris-lah kembarannya Selain itu Jam Gadang juga menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia, dimana Bukittinggi pernah menjadi ibukota pemerintahan darurat RI saat Jogjakarta jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1948-1949.

Pada jaman Belanda menara puncak berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan. Sedangkan pada jaman Jepang menara puncak dirubah menjadi bentuk kelenteng. Dan setelah Indonesia merdeka Jam Gadang berbentuk rumah adat minangkabau. Satu yang tidak berubah adalah bentuk jam.

Dari jaman Belanda hingga sekarang tetap berbentuk bulat dengan menggunakan angka romawi. Tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang semua jenis angka yang ada di dunia.

Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.  Apakah ini bentuk pembodohan pemerintahan Belanda kepada bangsa kita pada saat itu ? Apakah jika ditulis IV akan menjadi arti I Victory yang berarti Aku Menang ?

Satu hal yang sangat tidak diinginkan pemerintahan Belanda pada saat itu atau sebuah maksud berisi pesan yang hanya di mengerti oleh sekumpulan, sekte atau organisasi yang bergerak di bawah tanah, namun tak pernah kesampaian lantaran Jepang keburu “meng-kudeta” pemerintahan The Fliyng Dutchmen.

Coba perhatikan jarum jam pada jam gadang berada tepat di angka IIII/4 lalu memperhatikan kemana bayangan jam raksasa tsb jatuh. Seperti dalam film National Treasure itu. Saya yakin, ada “apa-apa” (tersembunyi) di dalamnya. Karena itu, “sungguh sebuah keganjilan pada angka yang genap”, negeri ini penuh intrik dan taktik, berseliweran dimana-mana…telah membeberkan tujuannya .. apakah ada yang berpikiran sama dengan saya tentang “keganjilan jam gadang” dan “misi terselubung ada harta rampasan perang yg terpendam disana krn ada bocoran mantan anggota intelijen Kerajaan Belanda yg berkunjung ke Bukittinggi yg berbisik akan hal itu kepada mantan jendral intelijen kita????

R.SONDI.DHARMA

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.