Ampera Tanpa Nama Padang Panjang, Renyah Sanjainya Luar Biasa

950
Ampera Tanpa Nama di Padang Panjang. Foto: Syahrial Mayus/Kabanews.com

KABANEWS.COM – Padang Panjang tak cuma terkenal sebagai sebagai kota pendidikan, namun juga sebagai kota wisata kuliner. Sejumlah panganan nikmat terdapat di kota berjuluk Serambi Makkah yang ada di Sumatera Barat ini.

Juli 2016 lalu, dalam rangka menghadiri Lokakarya Pariwisata Danau Singkarak, kami berkesempatan mampir di Padang Panjang. Kota berhawa sejuk ini kami masuki saat malam. Dari Bandara Internasional Minangkabau di Kota Padang menuju Solok kami melalui Lembah Anai. Indah dan sejuk alam di sini.

Lapar terasa sejak di bandara, namun supir travel yang kami sewa membatalkan niat kami untuk mengisi perut di Sicincin.

“Nanti saja di Padang Panjang, ada warung makan yang enak,” ujarnya kepada kami.

Kami yang memang jarang pulang kampung ini menurut saja apa yang dikatakan supir yang asli Malalo tersebut. Memang, dalam perjalanan jauh, supirlah sebagai “komandan”

Sesampai di Padang Panjang, sang supir memarkir mobil di dekat Kantor Polsek Padang Panjang di sisi lapangan. Dari situ ia mengajak kami berjalan kaki berbelok ke kiri. Deretan pedagang kaki lima tampak menghiasi sepanjang jalan. Di seberang, ada komedi putar di lapangan. Ramai sekali kota ini.

Berlima kami berjalan, Haji Hisyam Sulaiman, Kenedi Amir, Firman Syam Putra, sang supir dan saya sendiri. Sampailah kami ke sebuah warung tenda. Sebelum memasuki warung tenda ini, saya mengamati.

“Warung seperti ini saja ngapain sejak tadi┬ámenahan lapar,” umpat saya dalam hati.

Duduklah kami, pelayan menghampiri. Firman memesan rendang ayam. Saya yang minim referensi, hanya ikut Firman. Haji Hisyam terlihat tak bersemangat, orang tua yang berkantor di kawasan Kuningan Jakarta ini hanya ‘numpang’ duduk.

Suapan pertama sungguh luar biasa. Rendang ayam, biasa saja. Namun yang tak biasa adalah kehadiran sanjai sebagai campuran rendang ini. Gurihnya minta ampun.

Sanjai ini bentuknya sekilas seperti kentang yang diiris persegi empat kecil-kecil. Sanjai yang terbuat dari singkong ini hanya campuran rendang. Namun nikmat, rasanya balapan dengan ayam.

Pembaca harus tahu, Haji Hisyam yang semula menumpang duduk akhirnya ikut makan setelah sebelumnya iseng mencoba renyahnya sanjai dalam piring kecil makanan tambah.

Luar biasa, Kenedi Amir malah berujar kepada saya, “minta lagi sanjainya, lamak bana ko (enak sekali ini),” katanya.

Ucapan Kenedi Amir yang perantau Bandung asli Paninggahan itu membuat kami meminta tambah pada pelayan.

Alhasil, Ampera Tanpa Nama ini sampai sekarang tak akan lupa. Rasa masakannya luar biasa.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.