Filosofi Minangkabau Dalam Masakan Rendang

411
rendang masakan paling fenomenal , foto : istimewa

KABANEWS.COM – Berasal dari Padang, Sumatera Barat, rendang menjadi masakan paling fenomenal di Indonesia. Tak hanya tersebar di seluruh Indonesia, aromanya juga menyebar dari gerai makanan di Metro Center, Washington DC, Amerika Serikat.

Rendang juga menjadi sajian utama di restoran “Wong Kito”, yang terletak di daerah Jarwal, Saudi Arabia. Masakan ini tentu sangat mudah didapat di Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand.

Bercita rasa pedas, rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami.

Bagi masyarakat Minangkabau, rendang tak sekedar makanan, namun memiliki posisi terhormat dalam budaya. Di balik sedapnya rasa, rendang memiliki filosofi musyawarah dan mufakat.

Uniknya filosofi itu tersembunyi di balik bahan pokok masakannya.

Misalnya, dagiang (daging sapi) merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat), dan karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual).

Kemudian lado (cabai), merupakan lambang “alim ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama, kemudian pemasak (bumbu) merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Itulah sebabnya, rendang menjadi hidangan wajib dalam tradisi Minangkabau dalam seremoni adat, dan menyambut tamu kehormatan.

Rendang diduga telah ada sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Selain itu, kelahiran rendang tak luput dari pengaruh beberapa negara, misalnya bumbu-bumbu dari India yang diperoleh melalui para pedagang Gujarat, India.

Laman wikipedia.org, menuliskan sejarawan Universitas Andalas, Profesor Dr Gusti Asnan yang mengatakan rendang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang pada awal abad ke-16.

Sedangkan kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah membuktikan rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).

Pamor rendang sangat terdongkrak setelah dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International pada 2011.

Itulah sebabnya, Gubernur Sumatera Utaram Irwan Prayitno menginginkan rendang menjadi komoditas ekspor unggulan, karena animo pecinta kuliner luar negeri yang cukup tinggi terutama Eropa.

“Ide ini muncul karena masukan dari sejumlah mitra di luar negeri yang menginginkan rendang, namun cukup sulit didapat,” kata Irwan Prayitno sebagaimana dituliskan antaranews.com.

Ia menyebutkan, rendang mengalahkan sajian kuliner yang terlebih dahulu terkenal seperti sushi dari Jepang dan kimchi Korea. “Rendang makanan terlezat, namun stok di negera lain tidak ada,” ujarnya.

Harapan Irwan Prayitno disambut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Zaimar. Ia menyatakan berupaya meningkatkan produksi rendang melalui pelatihan dan pembinaan kepada pelaku usaha.

“Sehingga produk makanan khas masyarakat Minang itu bisa menjadi peluang ekspor,” katanya.

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.