Galaxy Note 7 Kembali Meledak dan Makan Korban

766
Mayoritas ponsel pintar saat ini, termasuk Galaxy Note 7, menggunakan baterai yang bisa diisi ulang jenis lithium-ion (Li-ion). Yang menjadikan baterai rentan terbakar pada Galaxy Note 7, yakni reaksi kimia dalam energi padat di dalamnya saat perangkat dioperasikan. Foto: New York Post

KABANEWS.COM – Samsung mengambil langkah untuk menarik kembali semua ponsel yang telah terjual dan menghentikan pemasaran hingga waktu yang belum bisa dipastikan. Ini menyusul terjadinya kembali kasus meledaknya Galaxy Note 7.

Dilaporkan New York Post, seorang bocah lelaki mengalami luka bakar di bagian tangan saat sedang memainkan ponsel jumbo teranyar Samsung pada Sabtu (10/9).

“Anak ini sedang menonton video di ponsel lalu baterainya meledak,” ucap sang nenek, Linda Lewis. ÔÇťAlarm kebakaran rumah saya sampai menyala.”

Setelah ponsel Galaxy Note 7 itu terbakar, keluarga Lewis langsung menelepon 911. Sebelum pukul 20.00 waktu setempat, bocah malang itu langsung dibawa ke Downstate Medical Center.

“Dia sekarang sudah di rumah dan tidak mau berada di dekat ponsel apapun. Hanya bisa menangis ke ibunya,” katanya lagi.

Lewis juga mengaku bahwa keluarganya telah menghubungi pihak Samsung terkait insiden tersebut.

Mayoritas ponsel pintar saat ini, termasuk Galaxy Note 7, menggunakan baterai yang bisa diisi ulang jenis lithium-ion (Li-ion). Yang menjadikan baterai rentan terbakar pada Galaxy Note 7, yakni reaksi kimia dalam energi padat di dalamnya saat perangkat dioperasikan.

Samsung diketahui telah menjual 2,5 juta unit Galaxy Note 7 di 10 negara. Di kawasan Australia, produsen asal Korea Selatan ini melaporkan telah menarik 51.060 unit ponsel dan bersedia menawarkan pilihan kompensasi berupa pengembalian uang, perbaikan, atau penggantian dengan ponsel tipe lain.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.