“Kaba-Bakaba Sebagai Media Pendidikan” Oleh Epi Martison

1083
rumah gadang tuo tempat mengasuh dan mendidik anak kemenakan, singgasana bundo kanduang, tempat kaba di lontarkan, foto : istimewa

KABANEWS.COM – Di Minangkabau banyak terdapat jenis dan bentuk Bakaba yang berfungsi sebagai media pendidikan dan juga sebagai hiburan.

Karena dengan Bakaba orang dapat menyampaikan pesan dan kesan, melalui Bakaba orang dapat menerangkan dan menerima suatu maksud, sehingga orang merasa dituntut untuk mengamalkan mana yang baik dan meninggalkan mana yang buruk, yang baik bisa dijadikan pedoman, yang buruk dijadikan sebagai ganjaran yang harus ditinggalkan.

Disamping Bakaba berfungsi sebagai hiburan dan sebagai media pendidikan umum bagi masyarakat Minangkabau, Bakaba adalah salah satu jenis kesenian yang mendidik adat dan agama yang masih sangat digemari hingga sekarang, mendapat perhatian yang serius oleh masyarakat Minangkabau pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan pada khususnya.

Dengan demikian ternyata penyajian teks kesenian Bakaba dalam hubungannya dengan pendidikan merupakan suatu jenis kesenian yang mempunyai ciri khas tersendiri. Ketaatan dan kepatuhan masyarakat di Minangkabau terhadap ajaran agama Islam juga terdapat dalam syair-syair kesenian yang memiliki teks Kaba. Diantara jenis kesenian yang berisikan dakwah Islam yaitu kesenian Si Jobang, Randai, Selawat Dulang(talam), Tari Tupai Janjang dan lain sebagainya.

Semua jenis kesenian diatas ada yang bertutur sambil bernyanyi dan menari. Malah sekarang diiringi dengan instrumen musik seperti : rebab, talempong (kenong ) gendang dan sebagainya.

Bakaba bisa bercerita tentang seseorang tokoh, penjahat, binatang, agama, adat dan lain sebagainya yang mengandung nilai pendidikan. Pada jaman dahulu orang tua memberikan pendidikan pada anaknya dengan bercerita atau mendongeng, seperti cerita binatang, cerita tentang hantu, tentang tabiat manusia yang kadang-kadang tidak bisa diterima akal sehat.

Bakaba, salah satu jenis kesenian masyarakat Minangkabau disajikan pada dua suasana yang berbeda :

Pertama, penyajian Bakaba sambil tiduran ditempat tidur. Penyajian seperti ini biasanya dilakukan oleh kakek/nenek kepada cucunya atau oleh kedua orang tua kepada anaknya, kadang si anak sudah tertidur lebih dulu dari ayah ibunya, maka cerita (kaba) ini terputus dan besoknya diulangi kembali.

Kedua, penyajian Bakaba sambil duduk yang disajikan diatas rumah atau ditempat-tempat berkumpul para pemuda, bahkan juga ada di pos-pos ronda. Cara seperti ini sering dilakukan semua masyarakat, baik antara kakek dan cucunya, bapak/ibu dengan anak-anaknya, guru dengan muridnya, atau kesenian Bakaba dengan penontonnya.

Kemudian kalau dilihat dari bentuk-bentuk atau tehnik penyajian bakaba, terdapat 3 bentuk penyajiannya:

Pertama, penyampaian materi/teks kaba yang dituturkan dengan cara berbicara yang biasa-biasa saja.

Kedua, penyampaian teks Kaba yang dituturkan dalam bentuk nyanyian (dendang), irama lagu yang dipakai sesuai dengan suasana adegan Kaba atau cerita tersebut.

Ketiga, penyampaian teks kaba dalam bentuk gerak dan nyanyian.

Penyampaian teks kaba dengan bentuk gerakan dan nyanyian ini dilakukan oleh pelaku tunggal. Pelaku ini membuat gerakan dengan ekspresi yang berbeda-beda, sesuai dengan jalannya cerita, dia sebagai pelaku, dia raja dan dia juga yang merangkap sebagai tuan putri, dia juga menjadi perampok dan lain sebagainya.

Didalam golongan ke 3 inilah adanya Kaba Tupai Janjang.

Masih banyak lagi teks Kaba lainnya seperti : Kaba Sabai Nan Aluih, Kaba Si Umbuik Mudo, Kaba Sidang Baranam, dan lain lain.

Pada awalnya hanya kesenian Bakaba sebagai satu-satunya jenis kesenian yang memakai teks Kaba namun sesuai dengan perkembangan kesenian di Minangkabau, maka terjadilah penyambungan-penyambungan teknik dan sistem penyajian Bakaba yang tetap memakai naskah Kaba sebagai teks yang dituturkan.

Seperti : jenis kesenian Sijobang, Saluang Pauah, Rebab Pesisir, Rebab Pariaman serta Randai. Masing-masing jenis kesenian ini memiliki konsep yang berbeda dengan Bakaba, bahkan teater modern atau drama, sandiwara atau film sudah sering menjadikan Kaba sebagai naskah pertunjukan.

Baca juga : Kutukan Membawa Berkah, Kisah Tupai Janjang Menjadi Sumber Ispirasi Koreografi CAMIN

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.