Kapal Amerika Lepas Tembakan ke Kapal Iran

332
Pernyataan Kementerian Pertahanan Iran, Kamis 25 Agustus, mengatakan bahwa kapal-kapalnya hanya melakukan tugas. Foto:mixedmartialarts

KABANEWS.COM – Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan kapal perangnya melepas tembakan peringatan setelah kapal serbu cepat Iran mendekati kapal mereka di kawasan Teluk.

Menurut juru bicara Pentagon, Peter Cook, sebanyak tiga tembakan sempat dilepas dalam insiden tersebut.

“Merekat terpaksa melepas tiga tembakan peringatan dan alasan untuk itu adalah… mereka mengambil tindakan untuk mencoba mencegah eskalasi situasi,” jelas Cook seperti dikutip dari BBC, Jumat (26/8).

Dia menambahkan insiden tersebut merupakan satu dari beberapa yang terjadi pekan ini karena kapal-kapal Iran, menurutnya, bertindak dengan ‘tidak aman dan tidak profesional’.

Dalam satu kesempatan, disebutkan ada kapal Iran yang mendekat hingga jarak sekitar 200 meter dari sebuah kapal Amerika Serikat.

Menurut Cook, perilaku Iran tersebut tidak bisa diterima dan memperingatkan bahwa insiden-insiden seperti itu dengan mudah bisa bereskalasi. Sekitar 40% ekspor minyak dunia melewati Selat Hormuz yang berada di jalan masuk ke kawasan Teluk.

Pentagon sebelumnya, masih dalam pekan ini, menuduh kapal-kapal Iran mengganggu kapal perang Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz pada Selasa (23/8). Namun pernyataan Kementerian Pertahanan Iran, Kamis 25 Agustus, mengatakan bahwa kapal-kapalnya hanya melakukan tugas.

“Kami akan memonitor dan jika mereka melanggar perairan kami maka kami akan menghadapi mereka” seperti dinyatakan Menteri Pertahanan Hossein Dehghan, yang dikutip kantor berita Iran.

Sebelumnya, Iran telah menahan 10 pelaut Amerika Serikat setelah kapal mereka diberhentikan di Teluk Persia, ungkap seorang pejabat AS kepada BBC.

“Kami kehilangan kontak dengan dua kapal laut AS berukuran kecil yang sedang dalam perjalanan dari Kuwait menuju Bahrain,” ujar pejabat itu.

Ia mengatakan, Iran mengabari AS bahwa para pelaut dalam keadaan aman dan “akan segera diizinkan melanjutkan perjalanan”.

Berdasarkan pernyataan resmi AS, para pelaut kemungkinan akan dilepaskan pada Rabu (13/1) pagi. Insiden ini terjadi di dekat pulau Farsi setelah salah satu kapal mengalami masalah mesin.

Kantor berita Iran, FARS, melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran menahan sembilan laki-laki dan seorang perempuan, dan bahwa mereka telah “masuk tanpa izin” dan “melakukan pengintaian” di perairan Iran.

Setelah insiden tersebut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry segera menghubungi Menlu Iran Javad Zarif untuk memulai negosiasi dan akhirnya para pelaut itu dibebaskan oleh Iran.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.