Mengenal Profil “Tokoh Tari Dunia” Ery Mefri dan Group Tari Yang Ia Dirikan “Nan Jombang Dance Company”

1506
Koreografer Ery Mefri bersama Wapres Jusuf Kalla dan anggota DPD RI Nofi Chandra, saat menerima Anugerah dan Penghargaan Dari Dua Kementerian RI tahun 2016, foto : singgalang

KABANEWS.COM – Ery Mefri, Pendiri, Pemimpin dan Koreografer Nan Jombang Dance Company, Lahir di Saniangbaka – Solok Sumatera Barat 23 Juni 1958.

“Koreografi pertama Saya lahir pada tahun 1983 berjudul “NAN JOMBANG” dan sekaligus menjadi nama group yang Saya dirikan dan Saya pimpin sampai sekarang.

“Prosesnya saya rasa waktu itu dipicu oleh keinginan untuk mengekspresikan diri dengan meyakini potensi dalam diri serta potensi budaya dan tradisi Minangkabau yang Saya yakini sangat kaya ide. Gagasannya sederhana saja, waktu itu mungkin sebatas keinginan menciptakan nuansa koreografi baru, yang tetap berpijak dan berakar pada karagternya tradisi (ruh/spirit) bukan bentuk fisiknya saja, melainkan sebuah misi dari pemikiran dan kecerdasan seorang koreografer”.

“Proses koreografis yang sangat penting dan sangat mempengaruhi karya- karya tari saya sampai saat ini, karena saya lahir dan hidup di tengah- tengah keluarga seniman tradisi, yang memiliki paham dan anutan tradisi yang kuat. Ayah saya Jamin Manti Jo Sutan (almarhum) dikenal sebagai seorang penari tradisi dengan akar tradisi yang kuat, sementara Ibu Nurjanah adalah s eorang penenun benang emas. Dan uniknya, saya tidak pernah belajar atau diajarkan menari piring secara langsung, tapi saya sangat mahir memainkannya. Ini adalah proses sejak saya berumur 3 tahun, dimana setiap 2 kali seminggu saya selalu duduk dan tiduran di pangkuan ayah melihat orang menari piring dan mendengar musik saat Ayah memainkan musik tari piring yang sedang berlatih. Dan pada umur 5 tahun Saya langsung saja bisa menarikannya di saat pesta perkawinan (baralek). Faktor lingkungan adat dan tradisi Minangkabau kedua orangtua yang apresiatif terhadap seni tradisi dan kemudian pilihan saya yang menjadikan tradisi akar penting untuk penggarapan karya kontemporer, dan merupakan paduan yang menyemangati kelahiran koreografi saya sampai saat ini”.

“Sebagai koreografer yang melahirkan karya- karya kontemporer, acuan atau pijakan tetap tidak terlepas dari adat dan budaya Minangkabau. Dalam setiap karya, unsur kuat tradisi menjadi ruh, spirit yang sangat spesifik pada nuansa gerak, tekhnik hingga filsafah “Alam Takambang Jadi Guru” ( Alam terkembang adalah guru ) yang mengakibatkan akar tradisi Minangkabau dan alam tradisi Minangkabau merupakan pasangan nilai- nilai yang sejalan dalam menjalani aktifitas koreografi. Seperti halnya, sama pentingnya saat kita harus mempertanyakan dan mengkaji keberadaan unsur modern dan unsur tradisi. Bagi saya, semakin terkait pada bentuk atau nilai- nilai modern, maka kian tinggi pula tantangan kita untuk menoleh keakar tradisi. Masuknya unsur modern, adalah bagian pengayaan tradisi yang pada dasarnya tidak merusak satu sama lain, melainkan saling melengkapi dan mengisi”.

“Sebagai koreografer, kepekaan terhadap keseharian dan kejelian dalam memaknai tradisi untuk kebutuhan konsep koreografi sangat diperlukan, pandangan saya yang terlalu khusus terhadap karagter tradisi itu sendiri, menjadikan kewajaran dan keseharian gerak manusia yang Saya buat mengalir dan selalu mengalir hingga “tanpa bunyi” adalah ransangan dan bias koreografi saya sebagai koreografer”.

“Karakter dari ketradisian Minangkabau menjadi pusat pengembangan dan sumber penemuan Saya bahwa gerak wajar manusia merupakan inti dan sumber pemunculan jati diri karya kontemporer saya. Dan sebagai koreografer , musik merupakan nafas dari karya tari yang saya salurkan melalui penari. Hingga setiap produksi karya, alat- alat musik berusaha dikurangi dan digunakan seminimal mungkin. Karena bagi saya “teriakan dari kesakitan itu, tak mungkin disuarakan orang lain”.

Perjalanan Nan Jombang Dance Company

1 November 1983
Ery Mefri mendirikan sanggar tari yang diberi nama Nan Jombang Group.

Sejak tahun 1988 – 2003
Penggagas, penyelenggara dan selalu menjadi peserta “Galanggang Tari Sumatera” merupakan iven Nasional dan Internasional diselenggarakan dua tahun sekali sejak 1988 sampai tahun 2003.
23 Februari 1985 – 4 Oktober 1994
14 kali pagelaran tunggal di Taman Budaya Sumatera Barat.
5 Juni – 28 Juli 1994
Mengikuti “American Dance Festival” di Durham, Carolina Utara dan New York, Amerika Serikat.
20-24 Oktober 1994
Mengikuti “Indonesian Dance Festival” di TIM Jakarta , “The big question”.
5-17 November 1994
Nan Jombang Tour Sumatera ( Padang, Bengkulu, Medan-Sumatera Utara, Lampung ) dengan karya “Hutan Warisan” dan “The big question”.
30-31 Maret 1995
Pagelaran tunggal di Graha Bakti Budaya kerjasama Dewan Kesenian Jakarta dan TIM Jakarta dengan karya “Ratok Ratak Tanah”.
1-5 Oktober 1995
“Contemporary Dance Festival” di STSI Padang Panjang dengan karya “Suksesi”
31 Oktober s.d 1 November 1996
13 tahun Nan Jombang Group pentas bersama Miroto, Eko Suprianto di Taman Budaya Sumatera Barat.
14 – 25 November 1997
Pergelaran tunggal di Taman Budaya Surakarta dan Yogyakarta. Dengan karya “Nan Jombang”, “Kunci” dan “Bakhteri”dan “Warisan”.
22 April 1998
“Peringatan Hari Bumi” dengan karya “Bumi 100 Menit” di Taman Budaya Sumatera Barat.
7-8 Maret 1999
“Peringatan Hari Wanita” dengan karya “Pernahkah Ada Doa Untuk Wanita”.
18-30 Mei 2000
“Kongres Ritual Asia Eropa” di Tejakula Bali.
20 Agustus – 2 September 2000
Menyelenggarakan “Forum Kerja Koreografer 3 Negara” : Indonesia,
Amerika dan Korea

19-30 Juli 2000
Tour Nan Jombang di tiga kota : TUK Jakarta, Taman Budaya Surakarta, dan Rumah Nusantara Bandung dengan karya: “Bundo Kanduang”, “Republik Baru” dan “Diamnya Minangkabau”
4-8 Oktober 2001
“Festival Cak Durasim “ di Taman Budaya Surabaya, “Bundo Kanduang”.
1-29 Juni 2002
Program Keliling Hibah Seni Yayasan Kelola 2002 di : Taman Budaya Sumatera Barat, STSI Padang Panjang, Taman Budaya Bengkulu, TUK Jakarta, Dewan Kesenian Lampung dan Habitat Seni Lak Lak Medan, denga karya “Mati Suri”
15-22 Juni 2003
“ Jakarta Anniversary Festival”, di Gedung Kesenian Jakarta, dengan karya “Bundo Kanduang”, “Tiang Nagari” dan “Adat Salingka Nagari”.
11-12 Desember 2003
Pagelaran tunggal di Bentara Budaya Jakarta “Tangka” dan “Tiang Nagari”.
15 – 17 Juni 2004
“Indonesian Perfoming Arts Mart” (IPAM) di Nusa Dua Bali dengan
karya “Sarikaik” dan “Ratok Piriang”.
5 – 9 Juni 2005
“ Indonesian Perfoming Arts Mart” di Bali dengan karya “Garih ka Pintu” dan “Tangka”
8 – 12 Agustus 2005
“Festival Karya Tari Indonesia” di Gedung Kesenian Jakarta dengan karya “Sangketo Kato”.
20 – 31 Juli 2005
Mengamati “ Queensland Music Festival”di Brisbane Powerhouse Australia
25-27 Agusrus 2006
“Pasar Tari Kontemporer” di Pekan Baru – Riau dengan karya “Sarikaik”.
13 Desember 2006
“MCDF” WDA West Sumatera di STSI Padang panjang “Garis ke Pintu”.
2 – 11 Agustus 2007
Pertunjukan di Brisbane Powerhouse Australia by “Ratok Piring” dan “Sarikaik”.
27 Agustus 2007
Pergelaran tunggal di Bentara Budaya Jakarta (KOMPAS) by “Ratok Piring”, dan “Sarikaik”.
12 September 2007
“Urban Festival” di Goethe Hause Dewan Kesenian Jakarta by “Karatau Madang di Ulu”.
26 Maret 2008
Kolaborasi dengan group Musik Perkusi Kuno Kini di Bentara Budaya
Jakarta (KOMPAS) dengan karya “Hujan Bambu”.

17 Agustus 2008
Mendapat penghargaan “Tuah Sakato” dari Gubernur Sumatera Barat, sebagai seniman yang total dan mengabdi untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan Sumatera Barat.
2 – 24 Oktober 2008
Proses kolaborasi dengan koreografer dari Taiwan Cynthia Lee.
27 – 31 November 2008
Indonesian Dance Festival 2008 pertunjukan hasil kolaborasi Ery Mefri dengan Cynthia Lee dengan karya “Malin Kundang”.
10 November 2008
Pertunjukan di STSI Bandung degan karya “Ratok Piring” dan “Sarikaik”.
13 – 16 November 2008
Memberikan worksop kepada Guru kesenian se –Jawa Timur, Tekhnik Tari dan Koreografi, “Mengkiati tari tradisi sebagai basic untuk digarap menjadi tari Kontemporer”.
15 November 2008
Mengikuti Festival Cak Durasim – Surabaya dengan karya “Ratok Piriang”.
3-7 Juni 2009
Mengikuti Indonesian Perfoming Arts Mart di Solo , “Rantau Berbisik”.
27 Juli 2009
Tari Kolosal “Fragmen Legenda Malinkundang” untuk Membuka “Temu Karya Taman Budaya se- Indonesia” di Taman Budaya Sumatera Barat.
8-18 Oktober 2009
Mengikuti “Pesta Raya” di Esplanade Teater – Singapura, dengan karya “Marantau” dan “Rantau Berbisik”.
17 Oktober 2009
Memberikan workshop di NAFA University Singapura.
2010
14 Februari
Pentas visit 10 presenters/Producers dari USA di Indonesia di TIM Jakarta by “Sarikaik”.
1-5 Maret
Mengikuti “Tokyo Perfoming Arts Market” by “Rantau Berbisik” di Metropolitan Arts Space Building Tokyo – Jepang.
21- 25 Maret
Mengikuti “Asean Perfoming Arts 2010” di Clark Pampanga-Philipine by “Rantau Berbisik”.

16-21 Juni
Mengikuti “ChangMu International Dance Festival” by “Sarikaik” di Korea.
6-12 Juli
Mengikuti “Festival Theater Der Welt” di Essen – Jerman by “SangHawa” dan “Sarikaik’.
22 Agustus – 30 September
Tour Australia: “Darwin Festival” di Darwin , “Brisbane Festival” di Brisbane, Cairns Festival di Cairns dan “Adelaide Oz Asia Festival” di Adelaide , by “SangHawa” dan “Rantau Berbisik”.
8 – 11 Oktober
Mengikuti Festival Negarakertagama di Surabaya by “SangHawa”.
23, 24 Oktober
Menutup Arts Summit Indonesia by “Rantau Berbisik” di Gedung Kesenian Jakarta.
20 -26 Desember
Memberikan Workshop Koreografi kepada koreografer koreografer Muda di Esplanade Theater Singapura.

2011
Mai – Juni
Hibah Seni Yayasan Kelola Tour 3 kota: Bandung, Lampung dan Bengkulu, dengan karya “Rantau Berbisik”.
4 – 12 September
Mengikuti Festival “Asia Pacific” at Haus Der Kulturen Der Welt di Berlin – Jerman by “Rantau Berbisik”.
2012
29 Mai – 2 Juni
Mengikuti “ConversAsians” di Esplande Theater Singapore dan Presentasi karya dalam proses “Tarian Malam”.
4 – 10 Juni
Memberikan Workshop Koreografi di Esplanade Theater Singapura.
4 – 27 August Tour Australia
9-11 ugust, Premiere of “Tarian Malam” Brisbane Powerhouse
23-25 August, “Darwin festival” by “Tarian Malam”
7,8 September “Pesta Raya” Esplanade Theater Singapore by
“Tarian Malam”
17 September – 16 Oktober
Tour Amerika bersama Center Stage Department Of State USA , dengan karya “Rantau Berbisik”
1. 21-23 September, Dance Place Washington DC
2. 24 September,The Kennedy Center Millennium Stage Washington DC
3. 26 – 29 September, FirstWork Providence Rhode Island
4. 2,3 Oktober, Fall for Dance Festival Arts ,Broadway New York City Center
5. 6 Oktober, Asia Society New York
6. 10 – 14 Oktober, REDCAT Los Angeles California
23,24 Oktober
Menutup “Festival Salihara” di Teater Salihara Jakarta dengan karya “Tarian Malam”

2013
Mulai bulan Maret 2013 sampai seterusnya merupakan penggagas dan penyelenggara Festival Nan Jombang Tanggal 3,
Festival ini diselenggarakan setiap tanggal 3 setiap bulannya dengan menampilkan kesenian tradisi .
7 – 12 Juni
Memberikan worshop Koreografi di Kaizen Dance Company Singapore
20 – 22 September
Solo International Performing Art (SIPA) by “SangHawa” di Solo
25 Oktober
Padang Bagalanggang International Performing Arts by “Tarian Malam” di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang
11-16 November
International Performing Arts Market (IPAM) by “Tarian Malam”di Jakarta

2014
Kembali menyelenggarakan Festival Nan Jombang Tanggal 3
Proses produksi karya tari baru berjudul “Cindua Mato ”
Mengkuti Malay Heritage Fest di Singapura , 14 – 18 Oktober 2014 by “Rantau Berbisik” dan “SangHawa”
Bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang(BPNB) menyelenggarkan event International “Padang Bagalanggang International Performing Arts Festival”, 25-31 Oktober 2014 di Ladang Tari Nan Jombang
Penggagas dan menyelenggarakan KABA Festival, 3 – 5 Desember 2014 di Ladang Tari Nan Jombang

2015
Setiap tanggal akhir bulan mulai Februari – November menyelenggarakan Diskusi Bulanan
3 Maret – 3 November, Kembali menyelenggarakan Festival Nan Jombang Tanggal 3
Proses produksi karya baru berjudul “Cindua Mato ”
Proses karya baru berjudul “ Di Antara Sujud”
Proses Kolaborasi tahap I dengan Natya Dance Theater
Company dari Chicago Amerika di Chennai India 16 – 23 Februari
Pentas di Galeri Indonesia Kaya Jakarta 5 April
10 – 25 AgustusProses Kolaborasi tahap II dengan Natya Dance Theater Company di Chicago Amerika
13-16 September
Mengikuti Festival Kelola 2015 by “Rantau Berbisik”
di UI dan UNJ17 September di @america by “Rantau Berbisik”
27 – 30 Oktober Festival Banjarmasin by ‘Rantau Berbisik”
1-5 Desember Kongres Kesenian Indonesia III Bandung by “Rantau Berbisik”
11-13 Desember 2015
Menyelenggarakan KABA Festival #2 2015 di Ladang Tari Nan Jombang dengan menampilkan 6 kelompok seni pertunjukan.

2016
Februari – November
Kembali menyelenggarakan Diskusi Bulanan
Maret – November
Kembali menyelenggarakan Festival Nan Jombang Tgl 3
22 – 24 Mei
Pentas di ISI Jogja by “Sarikaik”

18 Juli
Menerima Penghargaan Kekayaan Intelektual Nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI untuk kategori Insan Kreatif di Bidang Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional

23 – 31 Juli
APAMS ( Asean Performing Arts Market) di Pulau Seto Jepang by “SangHawa”

4 September – 5 Oktober Proses vinal kolaborasi dengan Natya Dance Theatre di Chicago USA dan sekaligus premiere karya kolaborasi, tanggal 24 September di Auer Pefformance Hall Indiana University dan 1 Oktober di North Shore Center for The Performing Arts In Skokie Chicago by “The Incomplete Gesture.

23 September
Menerima Penghargaa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kategori Pencipta,Pelopor, dan Pembaru Atas Dedikasi dan Pengabdian Dalam Bidang Seni Tari ( Pembaru Tarian Berdasarkan Latar Belakang Budaya Minang)

6 November di Galeri Indonesia Kaya Jakarta by “SangHawa”
8 November di @america Jakarta by “SangHawa”
15 – 19 November kembali menyelenggarakan KABA Festival+3

2017
24 – 31 Januari di Festival dan Kongres K.R.O.P.P di Uppsala Swedia by “SangHawa”

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.