Motret di Pagaruyung Dikenai Biaya, Ini Penjelasan Budparpora Tanah Datar

307
Istana Basa Pagaruyung. Foto: Antarasumbar/Arif Pribadi

KABANEWS.COM – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora) Tanah Datar, Sumatera Barat, bersama Persatuan Photografer Istano Basa Pagaruyung (PPIBP) menjamin keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Istano Basa Pagaruyung atau Istana Pagaruyung.

“Tidak ada pungutan liar terhadap pengunjung yang mengambil foto di Istano Basa Pagaruyung,” kata Kepala Disbudparpora Tanah Datar Marwan didampingi Ketua PPIBP Firdaus di Pagaruyung, Selasa (23/8).

Pernyataan itu sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan ada pemalakan oleh orang tak dikenal di Istano Basa Pagaruyung beberapa hari lalu.

Marwan menyebut bahwa Informasi itu tidak benar dan pihak Disbudparpora Tanah Datar dan PPIBP sangat bertanggung jawab terhadap wisatawan yang berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung.

“Kalau ada fotografer yang melakukan tindakan tidak terpuji, misalnya memeras, mengganggu, dan merugikan wisatawan, kami siap menindak mereka,” tutur Marwan, seperti dikutip dari Antarasumbar, Rabu (23/8).

Marwan menyatakan bahwa Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi sangat peduli dan perhatian dengan eksistensi wisata Tanah Datar, terutama Istano Basa Pagaruyung.

“Bapak bupati tidak bosan-bosannya mengingatkan para fotografer dan pedagang di lingkungan Istano Pagaruyung agar menjaga kenyamanan wisatawan,” kata Marwan.

Ia menjelaskan Istano Basa Pagaruyung merupakan destinasi utama pariwisata di Sumatera Barat, kebanggaan masyarakat tidak hanya Tanah Datar. Melalui perjuangan serta kerja keras semua pihak, istana yang dulu hangus terbakar saat ini telah kembali berdiri kokoh.

“Kehadiran Istano Basa Pagaruyung memberi dampak peningkatan ekonomi masyarakat. Berbagai usaha masyarakat tumbuh, di antaranya kuliner, souvenir, jajanan ringan, termasuk parkir dan jasa fotografi,” kata Marwan.

Untuk itu, ucap Marwan, Bupati Irdinansyah meminta masyarakat yang berusaha di sekitar istana dapat menjaga kenyamanan dan memberi pelayanan terbaik kepada pengunjung.

“Kalau hal ini tidak dijaga, yang rugi tentunya Tanah Datar termasuk masyarakat yang menggantungkan hidupnya di lingkungan Istano Pagaruyung,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPIBP Firdaus menyampaikan bahwa fotografer di Istano Basa Pagaruyung terikat dalam AD/ART yang harus ditaati oleh seluruh anggota. Saat ini PPIBP memiliki anggota 90 orang fotografer yang terbagi ke dalam dua shift tugas.

“Kami sudah berkomitmen untuk menegakkan aturan, bagi fotografer yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi sesuai kesalahannya,” ucap Firdaus.

Firdaus juga menyampaikan tidak ada larangan bagi pihak agen perjalanan wisata untuk membawa fotografer khusus.

“Fotografer dari luar diperkenankan mengambil gambar, kami tidak akan menghalang-halangi, tetapi fotografer istana juga diberi kesempatan mengambil gambar pengunjung dengan catatan tidak ada paksaan mengambil hasil foto,” tegasnya.

Pagaruyung adalah kerajaan yang pernah berdiri di Sumatera, wilayahnya terdapat di dalam provinsi Sumatera Barat sekarang. Nama kerajaan ini dirujuk dari nama pohon Nibung atau Ruyung. Selain itu juga dapat dirujuk dari inskripsi cap mohor Sultan Tangkal Alam Bagagar dari Pagaruyung, yaitu pada tulisan beraksara Jawi dalam lingkaran bagian dalam yang berbunyi sebagai berikut: Sultan Tangkal Alam Bagagar ibnu Sultan Khalifatullah yang mempunyai tahta kerajaan dalam negeri Pagaruyung Darul Qarar Johan Berdaulat Zillullah fil Alam.

Sayangnya pada cap mohor tersebut tidak tertulis angka tahun masa pemerintahannya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.