Nagari Balingka Dikunjungi Penari Dari New York

489
Jennifer Rose disambut dengan tari pasambahan oleh anak-anak Marsini Komunitas Budaya Balingka (MKBB) pimpinan Indra Zubir, ketika berkunjung ke Balingka Jorong Kotohilalang (26/7/2017), Sumatera Barat, foto : KabaNews.com

KABANEWS.COM – Balingka, Jorong Kotohilalang dikunjungi seorang penari dari kota metropolis dunia New York, Amerika Serikat.

Jennifer Rose penari profesional yang menjadi penari mapan di salah satu group tari kontemporer terkemuka di Amerika Serikat itu Shen Wei Dance Company tiba di Nagari Balingka, Jorong Kotohilalang Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Rabu (26/7/2017) pukul 15.00 WIB

Kunjungan ini merupakan bagian dari program kegiatan Yayasan Marsini Komunitas Budaya dan kehadiran Jennifer dengan teman-temannya dari Komunitas Seni Hitam Putih – Padang Panjang menjadi apresiasi bagi MKBB yang menyambut kehadiran Jennifer dengan sangat ramah.

Sambutan Tari Pasambahan oleh anak-anak Marsini Komunitas Budaya Balingka (MKBB) membuat Jennifer terharu, dihadiri juga oleh Penghulu adat Suryadi Dt. Malano, Fauzan Ismail SHI, ketua PKK Elly Yarsi dan Wali Nagari yang baru terpilih di Balingka, Bpk. Armen.

Ada apakah gerangan dengan kunjungan Jennifer Rose ini? Begini infonya.

Sumber Jennifer mengatakan “Jennifer mengunjungi Balingka karena ia ingin bertemu dengan Mas Indra” begitu sebutan koreografer dan penari yang lama merantau di Jakarta ini, selain itu juga ingin melihat alam pedesaan Balingka dan Seni Budayanya.

Ke Balingka merupakan bagian dari rangkaian kunjungan yang lain, sebelumnya rombongan Jennifer dengan Komunitas Seni Hitam Putih Padang Panjang melihat-lihat pemandangan di Puncak Lawang dan terus menuju Balingka, Jennifer juga akan melakukan pementasan tari dengan mahasiswa ISI Padang Panjang pada malamnya (26/7/2017) dan akan meneruskan perjalanannya ke Jawa Barat untuk program pementasannya dengan seniman Madura TransBodyCultural #2 di Singkong Art Space 29 Juli-2 Agustus 2017.

Sedangkan Indra Zubir koreografer dan penari, sedang menjalankan kegiatan Yayasan Marsini Komunitas Budaya di Balingka, melakukan pelatihan dan pembinaan generasi baru Seni Pertunjukan Minangkabau yang dinamakan Marsini Komunitas Budaya (MKB) Balingka dan telah berlangsung sejak 3 Juni 2017 di Kotohilalang.

MKB di naungi oleh Yayasan Marsini Komunitas Budaya dan berkantor pusat di Jakarta Selatan. Telah memiliki cabang di beberapa kota di Indonesia seperti : Solo, Kupang, Surabaya, dan lain-lain. Bertujuan untuk mendidik dan membina anak-anak Sekolah Dasar dari umur 7 sampai 13 tahun agar kembali mempelajari Seni Budayanya.

Indra yang putra asli Balingka mengatakan “Saat ini ada kegiatan randai Jorong Kotohilalang yang masih berlangsung sekali semingggu untuk semua umur di desa ini dan kami MKBB khusus untuk anak-anak SD, memupuk regenerasi dan berlatih tiga kali seminggu” kata Indra.

Dikenal sebagai koreografer dan penari tari kontemporer Indonesia, Indra Zubir pernah studi di Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Seni Pertunjukan, Jurusan Seni Tari dari tahun 1995. Pada tahun lalu 2016 pernah diundang untuk melakukan pementasan tari kontemporernya yang berbasis dari budaya Minangkabau berjudul BUAI dalam event Setouchi Triannale 2016, Asia Performing Arts Market in Setouchi (APAMS) 2016 di 3 Pulau Seto Island Sea, Kagawa – Jepang yang di support oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Indra memilih Balingka ketika ia ditawarkan oleh Yayasan Marsini Komunitas Budaya di Jakarta untuk membina anak-anak Sekolah Dasar di Sumatera Barat, “Saya memilih Nagari Balingka karena di kampung ini regenerasi penggiat seni budayanya mulai mengkhawatirkan”, kata Indra.

“Dulu di masa parabola belum masuk ke desa ini, kegiatan seni pertunjukan sangat aktif, diantaranya seni tari, musik dan randai yang pernah dikenal dengan nama kesenian Tonel, sejak parabola masuk ke desa ini, masyarakat mulai meninggalkan kegiatan Seni Pertunjukan dan banyak menghabiskan waktunya dengan menonton televisi. Pengaruh teknologi ini kemudian membuat kegiatan seni pertunjukan perlahan redup dan dilupakan generasinya, ditambah lagi sekarang dengan pengaruh gadget” lanjut Indra.

“Penerus tari piring khas Balingka yang saya kenal sekarang ini tinggal 1 orang, yaitu Bpk. Yusral Dt. Bahano Kayo, beliau pernah kita undang untuk menarikan tari piring tersebut dan saya sangat terkesan dengan gerakannya yang khas” kata Indra lagi.

Dan tari piring ini juga menjadi alasan bagi Jennifer untuk datang mengunjungi Nagari Balingka Jorong Kotohilalang, “Saya juga ingin melihat plate dance” ujar Jennifer yang sempat menonton tari piring balingka, tari pasambahan, randai dan silat yang dipertunjukkan oleh anak-anak Marsini Komunitas Budaya Balingka (MKBB) binaan Indra Zubir.

Liputan khusus KabaNew.com (LU/AZ)

LEAVE A REPLY