Sejarah Sebuah Nagari di Lereng Gunung Singgalang, Balingka

774
Pemandangan gunung Singgalang yang sangat dekat dari bulaan, balingka, foto ; kabanews.com

KABANEWS.COM – Berdasarkan catatan sejarah, Nagari Balingka dari tahun 1916, sebelum disatukan menjadi sebuah nagari bernama Balingka telah terdapat dua nagari, yaitu Nagari Kotohilalang dan Nagari Pahambatan.

Menurut seorang nara sumber Fauzan Kari Sutan SHi, Kotohilalang dahulunya merupakan “sarang” dari kesenian Minangkabau, disamping juga merupakan pusat tarekat di tahun 1900an, juga merupakan pusat berkembangnya beladiri silat, karena banyak melahirkan guru-guru silat ternama dari nagari ini.

“Dahulunya orang-orang di Minangkabau adalah perantau jauh, wajib berjalan kaki, menempuh rimba keluar rimba, melewati sarang penyamun dan bahaya lain-lain yang mengancam hidupnya, mereka membekali diri dengan silek/silat, Silat berlahir dan berbathin, disamping silat lahir juga ada silat bathin, kemudian dari silat ini
berkembanglah kesenian tari, seperti tari sewa, tari gelombang, tari pasambahan, tari piring dan lain-lain, kata Fauzan.

“Pada era sekarang ini, Balingka sedang bergiat membangun lingkungan, mulai dari pesukuan, jorong dan nagari, serta menggerakkan masyarakatnya untuk bergotong royong membangun Nagari serta mulai menggiatkan seni budaya melalui randai, tari dan musik tradisi yang rutin diadakan atas kesadaran sendiri dari warga setiap malam minggu di Tapian, Bulaan’ lanjut Fauzan

Fauzan yang akrab dipanggil “Inyiak” menjelaskan tentang sejarah singkat Nagari Balingka pada kabanews.com, sejarah ini juga ditulis dan diterbitkan oleh Fauzan melalui Bulletin, seorang lulusan Sarjana Hukum Islam yang saat ini menjalani profesinya sebagai seorang Guru.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.