Selayang Pandang Minangkabau

639
indahnya alam minangkabau, sepasang kerbau dengan latar belakang bukit sianok dan gunung singgalang, foto : erison j kambari

KABANEWS.COM – Minangkabau sebagai salah satu suku bangsa di Nusantara memiliki kekayaan Budaya berlimpah ruah dengan ciri khas tersendiri diantara budaya lainnya di Indonesia.

Dilihat sepintas bahwa posisi/letak geografis Minangkabau terletak dibagian pedalaman yang mengarah ke bagian barat pulau Sumatera, namun batas-batas geografis Minangkabau itu dapat dilihat dalam tambonya :

Wilayah perbatasan Minangkabau, yakni dari Sikilang aia bangih sampai ke Taratak aia itam, dari Sipisok-pisok pisau anyuik sampai Kesialang balantak basi, dari Riak nan badabua sampai ke Durian nan batakuak rajo. Maksudnya dari sipisok-pisok pisau hanyut sampai ke sialang bersengat besi, dari riak yang berdebur sampai ke durian di tengkuk raja.

Banyak penulis Tambo Minang menafsirkan kalimat itu secara harfiah secara suku kata, seperti: Sikilang, Air Bengis, Taratak, Air Hitam, Sipisok-pisok, dan Sialang juga merupakan nama berbagai negeri.

Dengan tafsiran itu diperkirakan batas wilayah Minangkabau dahulu kira-kira disebelah barat dayanya ialah Air Bengis sekarang, disebelah tenggara adalah Taratak air hitam dekat Teluk Kuantan Riau, disebelah utara dekat Sipisok-pisok sampai ke Sialang di dekat perbatasan Riau, disebelah selatan di pesisir sampai ke durian didekat perbatasan Jambi.

Jadi lebih luas dari wilayah Sumatera barat yang sekarang.

Penulis Tambo lainnya menyesuaikan peta Minangkabau dengan wilayah masa jayanya kerajaan Minangkabau dahulu, dengan mengatakan bahwa desa (nagari) yang ditemukan dalam Tambo itu merupakan batas bahagian Barat, Utara, dan Selatan saja, sedangkan ke Timurnya sampai ke seluruh wilayah Riau, bahkan ke negeri sembilan di Malaysia (Navis,1984,53-54….

Bagi orang-orang yang belum tau seluk beluk Minangkabau akan menganggap bahwa suku bangsa dan daerah budaya Minangkabau itu identik dengan provinsi Sumatera Barat sekarang (orang Padang).

Sedangkan Sumatera barat itu adalah merupakan daerah tingkat 1 yang tidak mengandung pengertian Kultural, tetapi memiliki pengertian daerah administratif pemerintahan Indonesia. Dilihat dari kesatuan geogfarisnya, wilayah Minangkabau terdiri dari daerah Darat (darek) dan daerah Pesisir (pasisia).

Daerah Darek dikonotasikan dengan daerah bagian pegunungan, sedangkan daerah pesisir dengan daerah pantai baik pantai barat maupun pantai bagian selatan.

Dari sudut pemerintahan adatnya, maka Minangkabau terdiri dari daerah Luhak dan daerah Rantau. Luhak merupakan daerah asal orang Minangkabau, sedangkan Rantau ialah daerah yang berada diluar Luhak tersebut yang berasal dari perkembangan kehidupan masyarakat di Luhak itu sendiri.

Masyarakat Minangkabau memiliki sistem kekerabatan dari garis keturunan Ibu (matrilineal) yang mempunyai falsafah kehidupan dengan ungkapan “Adat bersendi syarak,syarak bersendi Kitabullah” artinya setelah agama Islam menjadi agama orang Minangkabau maka adat istiadatnya bertambah kokoh dan kuat.

Dengan demikian orang Minangkabau teguh memegang dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya, secara otomatis segala sesuatu dari tata cara, adat istidat dan tata kehidupannya secara perorangan ataupun secara berkelompok semestinya harus berlandaskan dengan ajaran Agama Islam yang di anutnya.

Semoga… Wassalam…

Penulis : Epi Martison

Baca juga : “Kaba-Bakaba Sebagai Media Pendidikan” Oleh Epi Martison

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.