Situs Kebudayaan Minangkabau “Tapian” di Kotohilalang Balingka

992
Medan Nan Bapaneh Tapian, situs sejarah Balingka tempat berkumpul ninik mamak memusyawarahkan adat di nagari, foto ; kabanews.com

KABANEWS.COM – Sejak dari tahun 1930-1990an, Kotohilalang merupakan pusat kebudayaan dan juga merupakan pusat pemerintahan Nagari Balingka, karena di kotohilalang ini ada Tapian.

Tapian adalah “Medan Nan Bapaneh” (gelanggang terbuka) tempat ninik mamak dan penghulu-penghulu dahulu berkumpul, memusyawarahkan masalah adat di nagari.

Sekarang di Tapian ini, setiap malam minggu diadakan kegiatan seni seperti randai, tari dan olahraga. Dulu di Balingka, kegiatan seni pertunjukan dilakukan setiap tahunnya yang dinamakan dengan kesenian Tonel

“Tonel merupakan kegiatan pergelaran seni pertunjukan seperti: tari sewa, silek , randai, saluang, dan lain-lain. Awalnya tujuan dari kegiatan tonel itu adalah untuk
membiayai sekolah swasta, yaitu Sekolah Taman Raya, kemudian juga merupakan ajang hiburan bagi perantau dan orang-orang dikampung” kata Fauzan, guru dan juga ustadz di Nagari Balingka.

Zaman sebelum ada televisi, pengaruh Seni Pertunjukan sangat kuat di sini. Setelah menjamurnya media-media hiburan seperti televisi dan parabola, serta menjamurnya pula program-program televisi swasta dari tahun 1990an hingga sekarang, waktu dan perhatian masyarakat banyak terkuras dengan menonton tivi, maka budaya seni pertunjukan di Balingka ini perlahan redup.

“Kesenian saluang dan randai cukup ternama di Kotohilalang ini, dikenal dengan saluang Simarantang. Saat ini ada beberapa orang pewaris yang sudah mulai tua, kalau pewaris ini meninggal, maka akan habis lah pewaris saluang di Balingka, kalaupun masih ada ahlinya yang bisa menampilkan Seni Pertunjukan di Balingka, adalah generasi-generasi dibawah tahun 80an. Ada upaya dari masyarakat untuk kembali melestarikan, akan tetapi terhalang kendala pendanaan dan prospek kedepan untuk Seni dan Budaya ini pun belum ada yang membukakan”, terang Fauzan.

Dengan adanya upaya untuk menghidupkan kembali Seni Pertunjukan di Balingka, mungkin akan menjadi motivasi bagi masyarakat Balingka untuk membangkitkan kembali Batang
Tarandam (Budaya Yang Terkubur), terutama membangkitkan seni dan budaya Minangkabau” harapan Fauzan

Baca juga ; Sejarah Sebuah Nagari di Lereng Gunung Singgalang, Balingka

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.